Banyak Wali Murid Ambil PIN di Sekolah Tujuan, padahal di Sekolah Terdekat Bisa Dilayani


Pengambilan PIN untuk simulasi dan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Jawa Timur dimulai hari ini, Senin (5/6/2017).
Wali murid dan siswa lulusan SMP mulai mendatangi sekolah terdekat atau sekolah tujuannya untuk mengambil PIN PPDB.
Pengambilan PIN ini dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 14.00. Meskipun diimbau untuk megambil PIN di sekolah terdekat dengan rumahnya. Kebanyakan wali murid memilih untuk mengambil PIN di sekolah pilihan pertama.
Nisa Novita (40), warga Undaan Wetan memilih memasukkan anaknya di SMAN 2 untuk pilihan pertama. Ia pun mengambil PIN di sekolah yang dulu dikenal sebagai sekolah kawasan itu dengan membawa KK asli dan kartu peserta ujian.
“Saya masuk zona 3, niatnya mau ambil yang satu zona aja. Di SMAN 2, pilihan keduanya kalau nggak SMAN 6 ya SMAN 9 satunya. Kalau mau di luar zona maunya di SMAN 4,” ungkapnya ketika ditemui SURYA.co.id di SMAN 2.
Hanya saja ia masih ragu dengan pilihan kedua untuk anaknya. Apalagi ia mendapat fotokopian zonasi SMA yang menunjukkan SMAN 4 masuk di zona 1 dan zona 4. Sehingga ia beranggapan akan lebih banyak kompetitior yang memilih ke SMAN 4.
“Ini tadi ada teman bawa fotokopian zonasi, kok SMAN 4 ada di 2 zona. Saya jadi ragu, sebelumnya kecamatan Asemrowo juga nggak masuk zona 3, tapi disini masuk zona 3,” keluhnya.
Ia pun mencoba mencari tahu ke operator sekolah, sayangnya belum ada jawaban yang ia terima terkait zonasi.
Hal serupa dilakukan Wiji Astuti Rahayu (47), wali murid SMPN 5 ini juga kebingungan dengan fotokopian zonasi yang dikatakannya diperoleh saat mengambil pin di SMAN 21.
“Apa mungkin dibikin gitu, kalau berubah terus zonasinya jadinya nggak tahu juga masihan. Padahal ini kami lihat zonasi juga melihat peluang persaingannya,” lanjutnya.
Sejumlah siswa juga memilih mengamil PIN di dekat sekolahnya, seperti siswa SMPN 1, Kayana Violetta (15) dan Amalia Malinda (15) yang memilih mengambil pin di SMAN 2 usai menyambangi sekolahnya. Padahal SMAN 21 cukup jauh dari tempat tinggal Kanaya yang berada di Banyu Urip.
“Sekalian saja habis dari sekolah, lagian memang ambil PIN bisa di semua sekolah katanya,” ungkap Kanaya yang memilih mendaftar di SMAN 2 dan SMAN 21 ini.
Khoirul Anam, admin sekaligus operator SMAN 2 mengungkapkan antusias siswa dan wali murid untuk menukar PIN memang cukup banyak di sekolahnya. Bahkan hingga pukul 12.00, sekolahnya yang menyediakan pelayanan pemberian PIN dengan 3 laptop sudah melayani 90 nomor antrean.
“Banyak yang sambil tanya maksudnya sistem zonasi, kami membantu sesuai petunjuk yng sudah disosialisasikan saja,” jelasnya.
Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan koordinasi dalam pembagian PIN pada calon pendaftar PPDB dilakukan sekolah dengan cabang dinas masing-masing. Untuk meminta PIN juga cukup menunjukkan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Peserta UN.
“Semuanya ada di website, nanti setelah dapat PIN akan tahu masuk zona mana berdasarkan alamat KK. Setelah itu bisa dilihat pendaftaran zonasi di mana saja sesuai data di website ppdbjatim.net,” tegasnya.
PIN ini, lanjutnya akan digunakan hingga pendaftaran PPDB. Sehingga setelah simulasi pin tetap harus disimpan.

SUMBER