Pendaftar Diimbau Manfaatkan Simulasi PPDB Online


Ada banyak kejutan yang dialami para pendaftar di hari pertama pengambilan PIN sebagai syarat mendaftar PPDB online, kemarin. Para pendaftar dari luar kota yang sudah mengambil PIN langsung mencoba simulasi gratis yang disiapkan di sistem ini. Salah satu kejutannya ternyata, pendaftar luar kota hanya bisa memilih satu sekolah di Kota Malang. Karena, secara otomatis sistem akan memilihkan siswa ke sekolah yang berlokasi di dekat tempat tinggalnya.

“Untuk siswa dari luar kota, hanya dapat memilih satu pilihan sekolah di kota Malang. Namun untuk satu pilihan yang lain, secara otomatis sistem akan memilihkan sekolah yang dekat dengan domisili yang tertera dalam KK peserta,” ungkap Ketua panitia PPDB SMAN 1 Malang Rochman Budiono kepada Malang Post.
Sistem baru ini, jelasnya, berlaku karena saat ini SMA/SMK telah diambil alih pengelolaannya oleh provinsi. Sehingga sistem online dibuat tidak hanya khusus Kota Malang, tapi juga mencakup sekolah di Jawa Timur.

”Jadi kalau rumahnya di Pakis, hanya bisa mendaftar satu sekolah di zona mana saja di kota Malang, tapi juga sistem akan memilihkan sekolah yang paling dekat dengan rumahnya,” terangnya.
Agar pendaftar tidak kebingungan, sekolah menyarankan agar masyarakat memanfaatkan kesempatan simulasi. Sehingga mereka bisa tahu, sekolah mana yang bisa dimasuki dan benar-benar siap ketika PPDB online dimulai.

Pada hari pertama kemarin, mayoritas pengambil PIN adalah siswa luar Kota Malang. Seperti dari Bangil, Jombang, Mojokerto dan Kediri. Hingga pukul 13.30 WIB siang kemarin atau 30 menit sebelum penutupan, tercatat sebanyak 60 peserta mengambil PIN di SMAN 1 Malang, dan 110 peserta yang mengambil PIN di SMAN 4 Malang.
Kepala SMAN 4 Malang, Budi Prasetyo Utomo, S.Pd, M.Pd mengatakan meski dalam petunjuk teknis pelaksanaan PPDB yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur tidak memuat informasi zona sekolah berdasarkan tempat tinggal, namun menurutnya ini dapat diketahui pada saat siswa melakukan uji coba sistem. Dengan memasukkan data tempat tinggal dari KK, secara otomatis akan tertera sekolah berdasarkan zona tempat tinggal siswa.

”Jadi ternyata siswa baru mengethaui dia mendapatan zona di sekolah mana ketika melakukan simulasi,” terang Budi.
Sementara itu pada pukul 12: 30 WIB, telah terdaftar kurang lebih 200 siswa mengambil PIN di SMKN 3 Malang. Mereka berkesempatan untuk melakukan uji coba sistem melalui laboratorium komputer yang telah disediakan oleh sekolah. Setelah mendapatkan PIN, siswa diarahkan oleh panitia menuju lab untuk melakukan uji coba dibantu oleh salah satu panitia yang akan menerangkan setiap alur proses pendaftaran. Dituturkan oleh Waka Kesiswaan SMKN 3 Malang, Hadi Sasmianto, ini dilakukan untuk membantu siswa memahami proses pendaftaran.

”Meskipun gadget mereka telah canggih dan sudah sering menggunakan teknologi, tapi ternyata masih banyak yang tidak mengerti tata cara pendaftaran ini. Ini kan kasian,” ujar Hadi

Sebagian siswa yang mengambil PIN di SMKN 3 Malang, ternyata akan mendaftar di sekolah tersebut. Hal ini terlihat dari pintu masuk ruang pengambilan PIN yang menyediakan informasi mengenai jurusan di SMKN 3 Malang. Siswa yang datang akan ditanyakan mengenai jurusan yang akan dipilih, untuk kemudian diarahkan menuju bagian informasi jurusan.

”Tapi kalau mereka hanya sekadar mengambil PIN, mereka akan langsung menuju bagian pengambilan formulir,” ujarnya.

Untuk pendaftaran di SMKN 3 Malang sendiri, siswa yang dinyatakan lolos seleksi nantinya harus menyertakan surat keterangan kesehatan, surat bebas narkoba dari puskesmas maupun BNN, juga siswa akan diperiksa apakah ada tato di bagian tubuhnya.

”Juga untuk siswa putri, tidak boleh memiliki lebih dari satu tindik,” ucapnya.

SUMBER